Prinsip Pertanian Organik

Unsur organik sangat penting bagi kesehatan tanah

Sistem pertanian organik adalah sistem pertanian ramah lingkungan yang mengutamakan kesimbangan ekosistem dilingkungan pertanian. Jadi pertanian organik bukan berarti pertanian tanpa bahan kimia, namun secara definitif lebih luas yaitu mencakup upaya pelestarian ekosistem makhluq hidup dalam lingkungan pertanian sehingga terjadi keseimbangan ekosistem.

Pertanian organik membutuhkan pemahaman menyeluruh serta pengertian mendalam petani terhadap konsep biologi dasar yaitu Ekologi. Menurut International Federation of Agriculture Movements (IFOAM) tujuan dari pertanian secara organik adalah:

  1. Menghasilkan bahan pangan berkualitas dan bernutrisi tinggi dalam jumlah yang cukup
  2. Melaksanakan interaksi yang efektif dengan sistem dan daur alami yang mendukung semua bentuk kehidupan yang ada, baik kehidupan tanaman pertanian, mikrobiologi, binatang lokal dan manusia.
  3. Mendorong dan meningkatkan daur ulang dalam sistem usaha pertanian dengan mengaktifkan kehidupan mikroba, tanah, tumbuhan dan hewan.
  4. Memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan
  5. Membatasi terjadinya semua bentuk pencemaran lingkungan yang mungkin dihasilkan oleh kegiatan pertanian
  6. Mempertahankan keanekaragaman hayati termasuk pelestarian habitat tanaman dan hewan

Dengan mengimplementasikan ke-enam tujuan diatas, petani organik dapat melakukan berbagai cara untuk mencapai sistem pertanian organik sesuai karakteristik lokasi dan geografi dimasing-masing lokasi pertanian tempat dilakukannya budidaya pertanian organik. Oleh sebab itulah, jangan heran jika ada berbagai macam variasi dalam praktek pertanian organik dilapangan, tentunya hal ini tidak perlu dijadikan perdebatan selama masih sejalan dengan tujuan dasar pertanian organik sebagaimana tertuang dalam tujuan diatas.

Namunpun demikian terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam memulai praktek budidaya secara organik yaitu:

  1. Tidak menggunakan benih atau bibit hasil rekayasa genetika (GMO) karena hal ini berpotensi menurunkan keanekaragaman hayati secara harfiah serta merusak garis evolusi dan seleksi alamiah yang terjadi dialam.
  2. Tidak menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan kesuburan tanah, namun sebagai gantinya mendorong perkembangan mikroba tanah serta ketersediaan unsur hara organik yang berasal dari sisa makhluq hidup seperti kompos dan pupuk kandang. Hal ini diperlukan untuk mendorong keanekaragaman hayati dalam bentuk mikroba tanah yang mampu mensintesa bahan organik menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman, alih-alih mempercepat prosesnya dengan memberikan pupuk kimia yang justru akan melemahkan kemampuan mikroba tanah mensintesa unsur hara bagi tanaman.
  3. Tidak menggunakan pestisida kimia, namun menggantinya dengan senyawa-senyawa pengendali hama yang berasal dari bahan alami atau menggunakan mekanisme predator alami bagi hama. Hal ini dilakukan untuk mendorong keanekaragaman hayati serta keseimbangan ekologi dalam lingkungan pertanian.
  4. Tidak menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT)
  5. Bagi ternak, tidak dibenarkan pemberian hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam pakan ternak.

Standar Acuan Pertanian Organik

Untuk penerapan di Indonesia, pertanian organik dan produknya telah memiliki standar acuan yang diatur dalam SNI (Standar Nasional Indonesia) Nomor 01-6729-2002. Dalam SNI tersebut, dijelaskan bahwa pertanian organik merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang dapat mendukung pelestarian lingkungan hidup. Pertanian organik adalah sistem manajamen produksi holistik yang meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem termasuk keanekaragaman hayati, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah. Adapun standar SNI nya secara lengkap dapat diakses melalui perpustakaan BSN (Badan Standardisasi Nasional) melalui link berikut: sni.bsn.go.id

Demikianlah beberapa prinsip pertanian organik. Tertarik untuk mencobanya? Mari kembali ke alam!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018
Bagikan:

Sponsor

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.