Meningkatkan Kekebalan Tanaman Cabai Terhadap Serangan Virus CMV Dengan Pestisida Nabati Ekstrak Bunga Daun Pukul Empat

Salah satu tanaman hias yang memiliki manfaat meningkatkan kekebalan tanaman cabai terhadap serangan virus CMV

Virus pada tanaman cabai telah menyebar luas dan sebagian besar menghancurkan pertanian cabai dengan sistem ladang terbuka (Open Field) di Indonesia. Salah satu jenis virus yang banyak menyerang tanaman cabai adalah berasal dari jenis CMV (Cucumber Mosaic Virus). Virus ini disebarkan melalui gigitan hama kutu daun dan thrips. Sampai saat ini belum ada obat / pestisida untuk mengobati serangan virus pada tanaman, dikarenakan sifat virus yang semu yaitu dapat bertahan hidup pada tubuh inang, sekaligus menjadi benda mati ketika diluar tubuh inang. Berbagai pihak telah berupaya untuk menemukan obat atau pencegahan virus pada tanaman Cabai salah satunya seperti yang saat ini tengah dikembangkan di Wageningen University di Belanda, mereka mencoba untuk merubah DNA tanaman cabai sehingga lebih resisten terhadap invasi virus, namunpun demikian usaha tersebut mengakibatkan terciptanya GMO (Genitically Modified Organism) yaitu tanaman baru yang secara harfiah memiliki perbedaan DNA secara buatan, dan bagi sebagian besar kalangan, teknologi ini masih dianggap tabu karena dinilai mengacaukan garis keturunan makhluq hidup dan seleksi alam serta takdir Tuhan.

Serangan Virus CMV pada Cabai menunjukkan gejala pola mozaic pada daun

Bagi anda petani organik, GMO jelas merupakan salah satu pantangan karena hal ini akan menyalahi standar pertanian organik sebagaimana yang telah diatur oleh berbagai badan organik dunia termasuk salah satunya SNI (Standar Nasional Indonesia). Lalu, adakah caranya secara organik untuk mencegah atau mengobati serangan virus pada tanaman cabai?

Salah satunya bisa mencoba resep pestisida nabati berikut ini yang menggunakan ekstrak daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) sebagai salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah terhadap serangan virus CMV.

Bunga pukul empat adalah herba tahunan, tegak dengan tinggi 20 – 80 cm berbatang basah dan daunnya berbentuk jantung berwarna hijau tua. Bunganya berbentuk terompet dengan banyak macam warna antara lain merah, putih, jingga, kuning dan kombinasi belang-belang. Bunganya mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras berwarna hitam berbentuk telur. Di beberapa daerah, bijinya digunakan sebagai bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman berbentuk bulat memanjang.

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dan banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah.

 

Klasifikasi Botani:

Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Caryophyllales
Suku : Nyctaginaccae
Marga : Mirabillis
Spesies : Mirabillis jalapa Linn

Nama Lain:

Bunga Pukul Empat, Kembang Pagi Sore, Bunga Waktu Kecil (Sumatera), Kederat, Segerat, Tegerat (Jawa), Kupa Oras, Cako Raha (Maluku), Bunga-bunga Paranggi, Bunga-Bunga  Parengki (Sulawesi), Pukul Ampa, Turaga, Bodoko Sina, Bunga Tete Apa (Sulawesi), Beauty of Night

 

Habitat:

Tumbuhan ini banyak tumbuh di pekarangan sebagai tanaman hias. Tumbuh baik di daerah yang mendapat cukup sinar matahari mulai dataran rendah sampai 1200 mdpl.

 

Kandungan Kimia:

Daun dan bunganya mengandung Saponin dan Flavonoida. Daunnya juga mengandung tanin dan bunganya mengandung politenol. Biji tanaman mengandung flavonoida dan politenol. Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%) dan zat asam minyak (46,9%)

 

Kegunaan Lain:

Digunakan juga untuk mengatasi penyakit amandel (tonsilis), infeksi saluran kencing, kencing manis, kencing berlemak, keputihan, erosi mulut rahim dan reumatik.

 

OPT Sasaran:

Ekstrak  daun bunga pukul empat merupakan salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah terhadap serangan Cucumber Mosaic Virus (CMV).

 

Cara Pembuatan:

Larutan Penyangga:

Larutan stok buffer phospat pH 7.0:

1,362 g KH2PO4 dilarutkan dalam 1000 mL aquadestilasi

1,781 g Na2HPO4.2H2O dilarutkan dalam 1000 mL aquadestilasi

Untuk 100 mL buffer phospat 0,01 M pH 7.0 campurkan 51.0 mL Na2HPO4.2H2O dengan 49.0 mL KH2PO4

 

Bahan dan Alat

  • Daun bunga pukul empat
  • Mortar dan pestel
  • Carborundum 600 mesh
  • Alkohol 70%
  • Kapas
  • Aquadestilasi
  • Botol semprot

 

Cara Penggunaan:

  1. Inokulasi secara mekanis dengan metode rubbing:

    • Cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun
    • Daun sebanyak 25 gram dicuci bersih dan dihaluskan dengan menggunakan mortar kemudian ditambahkan larutan buffer phospat sebanyak 75 mL. Konsentrasi ekstrak daun yang digunakan adalah sebanyak 25% yang didapatkan dari hasil perbandingan antara bagian daun dan buffer phospat 25 gram : 75 mL
    • Ekstrak daun disaring menggunakan kain kasa / muslin
    • Ekstrak daun ditambahkan dengan carborundum 600mesh. Untuk 100mL ekstrak dibutuhkan kurang lebih 8 gram carborundum. Carborundum digunakan untuk melukai permukaan daun sehingga ekstrak terserap kedalam sel-sel tanaman tanpa menyebabkan kematian jaringan tanaman.
    • Aplikasi ekstrak dilakukan pada semaian cabai yang telah mempunyai 3-4 daun sejati dengan cara dioleskan pada permukaan daun bagian tengah dengan menggunakan kapas. Setelah 30 menit setelah aplikasi, daun dibilas menggunakan air bersih agar kelebihan carborundum yang ada di permukaan daun terbilas sehingga tidak menggangu pertumbuhan.
  2. Inokulasi dengan menggunakan kompressor: 

    • Kompressor digunakan apabila jumlah semaian banyak dan tidak
      Penyemprotan pada bibit tanaman cabai dengan kompressor / sprayer bertekanan.

      memungkinkan melakukan metode rubbing. Caranya seperti metode rubbing, tetapi menggunakan carborundum untuk 1 Liter ekstrak dengan konsentrasi 25%. Carborundum yang digunakan kurang lebih 50 gram.

    • Campuran kemudian dimasukkan ke dalam tabung semprot kompressor dan diaplikasikan pada semaian cabai yang telah mempunyai 3-4 daun sejati pada tekanan 21 psi.
    • Setelah penyemprotan dengan kompressor, daun dibilas dengan air bersih 30 menit setelah aplikasi untuk menghilangkan carborundum.
Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018
Bagikan:

Sponsor

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.