Jenis-jenis Pupuk Anorganik

Pupuk Kimia / Anorganik

Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik pupuk dengan cara meracik bahan-bahan kimia (anorganik) berkadar hara tinggi. Pupuk anorganik kini sangat beraneka ragam sehingga sangat menguntungkan petani jika petani memahami betul aturan pakainya, sifat-sifatnya dan manfaatnya bagi tanaman. Sebagai petani, jika sudah memahami maka berapapun jenis pupuknya, tidak akan kebingungan dalam memilihnya. Namun jika tidak, aneka ragam jenis pupuk yang semakin banyak, seringkali memancing emosi kemarahan petani karena sering gagal dalam menggunakannnya.

Keuntungan pupuk kimia / pupuk anorganik :

  1. Pemberiannya pada tanaman dapat terukur dengan tepat karena pupuk anorganik memiliki takaran hara dengan jumlah yang terukur pasti dari manufaktur pupuknya.
  2. Kebutuhan hara tanaman dapat terpenuhi dengan perbandingan yang tepat, misalnya cabai pada saat awal tanam menyerap hara nitrogen sebanyak 250 Kg/Ha maka pemberiannya bisa dilakukan dengan takaran pupuk N yang tepat
  3. Pupuk anorganik tersedia dalam jumlah yang banyak dipasaran, artinya pupuk anorganik mudah didapatkan di kios-kios pertanian setempat asalkan ada uang
  4. Pupuk anorganik mudah diangkut dan ditransportasikan karena jumlahnya relatif sedikit dengan kadar hara yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk organik, hal ini tentu saja membuat biaya pengangkutan lebih murah jika dibanding pupuk organik

Kelemahan pupuk anorganik sebagai berikut:

  1. Pupuk anorganik umumnya hanya mengandung satu atau dua unsur hara, sehingga kurang kaya nutrisi dari sisi ragam haranya sebab diformulasikan dengan metode yang sudah terkuantifikasi jika dibanding pupuk organik yang kadar haranya lebih beragam
  2. Pemakaian pupuk anorganik secara terus menerus dapat merusak tanah bila tidak diimbangi dengan penggunaan pupuk organik, sebab akan mengakibatkan tidak terjadinya daur unsur hara yang secara alami dilakukan oleh mikroba tanah, akibatnya dalam jangka panjang, ekosistem tanah akan rusak, dan tanah kehilangan kemampuan untuk melakukan daur ulang unsur hara dan ekosistemnya, salah satunya adalah siklus nitrogen dalam tanah oleh mikroba (baca: Mengenal Siklus Nitrogen pada Pertanian Organik) oleh sebab itu, selalu patuhi aturan penggunaan pupuk kimia dengan tepat jumlah dan tepat aplikasi untuk mencegah kerusakan lahan pertanian akibat salah pemakaian pupuk anorganik

Pupuk Tunggal

Disebut pupuk tunggal karena unsur hara yang dikandungnya hanya terdiri dari satu jenis unsur hara saja. Di Indonesia terdapat 3 jenis pupuk tunggal yang dikenal dipasaran yaitu pupuk nitrogen (N), pupuk fosfor (P) dan pupuk potasium (K). Jenis pupuk tunggal umumnya dipasarkan untuk memenuhi unsur hara makro N-P-K selain itu juga ada jenis pupuk tunggal yang dipasarkan terbatas untuk memenuhi unsur hara mikro seperti pupuk Mg, Ca dan lain sebagainya.

Pupuk Tunggal: Nitrogen (N)

Pupuk nitrogen tunggal di pasaran Indonesia umumnya adalah dari jenis pupuk Urea dan ZA. Pupuk Urea memiliki kandungan nitrogen sebanyak 46% oleh sebab itu dikemasan dicantumkan label UREA 46% sedangkan pupuk ZA memiliki kandungan nitrogen sebanyak 20,5% – 21% pelabelan juga dapat diamati pada kemasan karungnya.

 

 

 

Gejala Kelebihan Pupuk Nitrogen Pada Tanaman:
- Tanaman rebah dan lemah
- Daya tahan tanaman terhadap penyakit menurun sedangkan pertumbuhannya sangat subur
- Buah terlambat matang, karena nitrogen berfungsi untuk merangsang pertumbuhan vegetatif cabang, ranting dan daun
- Kualitas hasil panen kurang baik

Pupuk Nitrogen sebaiknya diaplikasikan pada saat tanaman masih muda, belum berbunga / berbuah atau untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman saja.

 

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018
Bagikan:

Sponsor

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.