Agribisnis Minyak Daun Mint

Daun Mint (Mentha sp) dibudidayakan untuk diambil minyak mint sebagai bahan baku obat dan flavour.

Daun Mint atau Mentha adalah salah satu tanaman yang termasuk kedalam herba penghasil minyak atsiri. Daunnya dibudidayakan untuk disuling dan diperdagangkan minyak hasil penyulingannya. Terdapat tiga jenis minyak daun mint yang dikenal dipasaran yaitu:

  1. Peppermint Oil (dihasilkan dari tanaman jenis Mentha piperita)
  2. Commint Oil (dihasilkan dari tanaman jenis Mentha arvensis)
  3. Spearmint Oil (dihasilkan dari tanaman jenis Mentha spicata)

Dari ketiga jenis minyak mint yang disebutkan diatas, minyak mint yang dihasilkan dari Mentha piperita dan Mentha arvensis dikenal memiliki kandungan mentol yang tinggi serta hasil minyak atsirinya dapat membeku pada suhu rendah. Oleh sebab itulah kedua jenis minyak atsiri yang dihasilkan dari proses penyulingannya yaitu Peppermint oil dan Commint oil adalah bahan baku industri yang paling banyak dicari dipasaran karena berguna sebagai sumber isolasi mentol yang diproses dengan cara pendinginan.

Minyak yang kandungan mentolnya diisolasi biasa diperdagangkan dengan nama dementholized oil. Mentol hasil isolasi berbentuk padatan berwarna putih. Kandungan minyak rata-rata pada Mentha piperita adalah sekitar 0,5 – 1 %. Sedangkan pada Mentha arvensis sekitar 0,7%.

Di Indonesia. dari ketiga varietas daun mint tersebut yang banyak dikembangkan adalah dari jenis Mentha arvensis Var. piperances yang setelah disuling akan menghasilkan komoditas atsiri dengan nama Commint Oil. Terdapat juga varietas lainnya yang banyak ditanam di Pulau Jawa yaitu Mentha arvensis Var. javanica. Jenis ini juga banyak dikenal sebagai Daun Poko.

Budidaya Tanaman Daun Mint

Umumnya di Indonesia, budidaya daun mint masih terkendala oleh singkatnya sinar matahari sehingga sulit berbunga. Tanaman ini membutuhkan penyinaran cahaya matahari sebanyak 14 – 16 jam/hari, sedangkan di Indonesia matahari hanya bersinar selama 12 jam/hari. Oleh sebab itulah petani daun mint di Indonesia menambah kekurangan durasi penyinaran dengan menggunakan lampu neon selama 2 – 4 jam/hari.

Tanaman ini diperbanyak dengan tunas yang tumbuh dalam tanah, stek batang dan stek pucuk. Cara perbanyakan dengan stek dapat dilakukan cukup mudah yaitu dengan memotong batang yang belum bertunas sepanjang 10 – 20 cm untuk kemudian langsung ditanam di media tanam / lahan. Metode lain dapat juga dengan melalui persemaian yaitu dengan cara potong bagian batang bagian tengah rumpun tanaman sepanjang 10 cm kemudian diakarkan di bedeng persemaian. Setelah 25 hari, bibit yang sudah tumbuh akarnya kemudian bisa dipindahkan ke lapangan.

Panen dan Pengolahan Pasca Panen

Sistem Penyulingan Uap Minyak Atsiri di Pedesaan

Panen daun mint untuk pertama kali sejak pembibitan dapat dilakukan setelah tanaman berusia 3 – 4 bulan atau telah 50 – 75% berbunga. Bagian yang dipanen adalah batang dan daunnya. Tanaman dapat dipanen kembali setelah berbunga kembali. Sebelum disuling menjadi minyak mint, pertama-tama daun dan batang yang telah dipanen dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari selama dua jam yaitu pada pukul 08.00 – 10.00 pagi hari, setelah itu hasil panen dijemur kembali di tempat teduh sampai kering angin hingga beratnya susut 50%. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan mesin pengering listrik (dehydrator) selama 2 jam pada suhu 30 Celsius.

Selanjutnya batang dan daun kering tersebut bisa disuling dengan metode penyulingan atsiri sistem penyulingan uap atau kukus selama 6-8 jam. Minyak yang menetes dari alat penyulingan atsiri kemudian ditampung sampai tidak menetes yaitu setelah proses penyulingan berlangsung selama 6 – 8 jam. Rendemen minyak yang dihasilkan rata-rata berkisar antara 0,2% – 0,6%.

Minyak hasil penyulingan atsiri daun mint perlu dipisahkan dulu dari air kondensasi pada bagian penampung kondensor alat penyulingan atsiri.

Minyak Atsiri Daun Mint

Minyak Atsiri Daun Mint

Hasil tetesan minyak dan air pada sisi kondensor alat penyuling perlu dipisahkan antara minyak dan air dengan cara ditampung sampai terpisah secara gravitasi antara minyak daun mint dan air. Setelah itu pisahkan minyak daun mint pada lapisan atas dan ditampung pada wadah terpisah. Untuk meningkatkan kualitas minyak atsiri daun mint sehingga terbebas dari air yang terlarut, tambahkan Natrium Sulfat Anhidrat 2 – 5% ke dalam minyak atsiri daun mint yang sudah dipisahkan.

Minyak atsiri daun mint digunakan sebagai bahan baku aneka produk makanan, minuman, herbal dan obat-obatan serta kosmetik dan aromaterapi.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018
Bagikan:

Sponsor

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.